Kisah Inspiratif : Saat Koma Bernazar Memberangkatkan Semua Gurunya Keluar Negeri
Aksi Fredy Chandra, seorang alumnus SMA Negeri 1 Pekalongan, membiayai 65 gurunya semasa sekolah dulu, jalan-jalan ke luar negeri sempat membuat heboh warga Pekalongan. Dia tidak hanya membiayai ongkos, tetapi juga biaya akomodasi serta memberikan guru-gurunya itu uang jajan selama di Malaysia dan Singapura.
Tentu masyarakat bertanya-tanya, mengapa Fredy mau mengeluarkan puluhan juta untuk membahagiakan guru-gurunya itu? Memang ada alasan tersendiri Fredy bertindak 'gila' tersebut.
Peristiwa kecelakaan di masa lalu yang ternyata menjadi alasan Fredy Chandra, alumnus SMAN 1 Pekalongan tahun 1993 ini mengajak berwisata sebanyak 65 orang guru dan karyawan sekolahnya dulu ke luar negeri.
Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pekalongan, Sulikin. Dirinya sempat menanyakan alasan Fredy mengajak para guru dan karyawan jalan-jalan ke luar negeri dengan menggelontorkan dana yang pastinya tidak sedikit.
"Saya tuh pernah bertanya-tanya sendiri alasan apa Fredy melakukan hal ini, ternyata dulu ketika SMA dia mengalami kecelakaan dan membuatnya koma. Saat koma, dia selalu didatangi guru SD, SMP, dan SMA. Bahkan, saat tersadar pun yang dicari pertama itu gurunya. Sejak saat itulah, Fredy bernazar atau memiliki niat jika sukses ingin mengajak jalan-jalan gurunya," ucap Sulikin, Rabu, 27 September 2017.
Ia melihat, ketulusan Fredy saat pertama kali berbincang-bincang. Wajahnya saat itu terlihat bersemangat dan antusias sekali.
Bahkan, keluarga Fredy pun mendukung niatnya memberangkatkan para guru berwisata ke luar negeri.
"Keluarga Fredy juga mendukung, kami juga sempat ketemu mereka di Bandara Soekarno Hatta. Saat itu, Fredy juga tampak senang melihat para gurunya berwisata," jelas dia kepada liputanya.com
Pihak sekolah dan para guru, kata dia, mengapresiasi dan menghargai ketulusan Fredy tersebut.
"Banyak alumni yang hebat dari sini yang sering bantu sekolah kami. Tapi bantuannya diberikan kepada para siswa yang kurang mampu dan untuk keperluan sekolah. Dengan cara yang lain seperti ini kami sangat apresiasi. Baru pertama kali dapat kejutan spesial seperti ini. Ya mudah-mudahan ini bisa menginspirasi bagi semuanya," ungkap Sulikin.
Hal senada juga diungkapkan Fauziyah, mantan guru agama Fredy. Ia mengaku sangat mengapresiasi sekaligus bahagia dengan kejutan spesial yang diberikan Fredy.
"Alhamdullilah saya senang sekali bisa berwisata ke Singapura dan Malaysia. Ini benar-benar momen spesial," ucap Fauziyah.
Perempuan paruh baya itu juga mengungkapkan, jika pelayanan dan fasilitas kelas satu selama berwisata menambah kebahagiaan para guru tersebut. "Hadiah yang benar-benar indah sekali. Sebenarnya saya sendiri punya rencana mau berlibur di sana, tapi belum kesampaian," dia memungkasi.
"Dulu dari kecil sampai lulus SMA dia (Fredy) tinggal di Jalan Salak Kota Pekalongan bersama kedua orang tuanya," ucap Wawan, kerabat Fredy Chandra yang saat ini masih tinggal di Kota Pekalongan, Kamis, 28 September 2017.
Namun, setelah ayah Fredy meninggal, dia mengajak ibundanya merantau ke Jakarta. "Saat ini rumahnya di Jalan Salak itu kosong," Wawan menambahkan.
Baca Juga : Kisah Inspiratif Nyata : Sopir Angkot yang Baik, Orang Miskin yang Jujur, Penumpang yang Budiman
Dia menyebut sifat dermawan Fredy memang sudah terlihat sejak masih sekolah. Fredy tidak segan membantu teman-temannya.
Sebelum merantau ke Jakarta, Fredy juga pernah beberapa bulan bekerja sebagai guru di SD Sampangan dan teknisi komputer di sebuah pabrik di Pekalongan.
Selama sekolah, Fredy memang sosok anak yang cerdas dan memiliki motivasi yang tinggi untuk sukses. "Setelah sempat bekerja di pabrik itulah Fredy memutuskan untuk merantau di Jakarta," kata dia.
Menurut Wawan, kini Fredy sebagai pengusaha yang terbilang berhasil karena gigih bekerja. Dia menggeluti bisnis fiber optik.
"Saat ini dia (Fredy) sebagai pengusaha sukses kabel fiber optik FO laut. Memang dia orangnya cerdas dan sangat gigih bekerja karena ingin sukses. Padahal dia dulu sempat kuliah di ITB Bandung, tapi tidak selesai," katanya.
Selama bekerja di Jakarta, Fredy sering kali mendapatkan proyek pekerjaan di luar negeri, seperti di Eropa. "Dulu pernah cerita kalau dia (Fredy) pernah ada kerjaan di Jerman dan Prancis. Tapi katanya saat itu juga beberapa negara lainya," katanya.

Post a Comment