Dalam Waktu 3 Hari di Kabupaten Malang Terjadi Dua Pembunuhan yang Korbanya Wanita Semua
Mayat Remaja Perempuan di Gubuk Tengah Sawah :
di sebuah gubuk di persawahan, Dusun Paretinap, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Korban ditemukan dalam keadaan tidak memakai celana. Celana jins korban ditemukan 200 meter dari lokasi penemuan mayat. Sedangkan celana dalam korban ditemukan di sela-sela kaki korban. Sementara kaos dan bra korban masih dipakai korban saat ditemukan.
Dalam olah TKP Polisi menemukan sisa sperma di organ intim korban pembunuhan yang ditemukan di sawah. Mayat perempuan berinisial E (15) ditemukan di sawah Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Berita Terkait : Pelaku Pembunuh cewek yang Mayatnya Ditemukan Ditengah Sawah di Purwodadi Ditangkap Polisi
"Iya ada sperma di situ (organ intim)," kata Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Tinton Yudha Riyambodo, di kantornya Jalan Dr Soetomo, Bangil, Rabu (27/9/2017).
Meski demikian, Tinton belum memastikan apakah korban melakukan hubungan intim atau dipaksa pelaku sebelum nyawanya dihabisi. Penemuan sperma itu akan menjadi tambahan data untuk mengungkap pelaku dan motif pembunuhan. "(Sperma) diuji laboratorium," terangnya.
Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dengan Leher Terjerat :
Dilaporkan tewas bunuh diri oleh anak kandungnya sendiri.
"Awal, terima laporan ada warga gantung diri. Kita olah TKP, ditemukan fakta-fakta berbeda, korban diduga kuat meninggal karena dianiaya," ujar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung kepada wartawan di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Rabu (26/9/2017) sore.
Yade menuturkan, indikasi korban tewas dianiaya terbukti dari sejumlah luka yang ditemukan. Warga Dusun Polaman, Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, ini mengalami luka di bagian kepala, serta bercak darah di atas tempat tidur serta dinding kamar tidur.
"Bantal berlumuran darah, dan tempurung kepala korban pecah, karena pukulan benda tumpul. Laporan awal gantung diri, tetapi tidak ditemukan indikasi kuat mengarah kesana (gantung diri), justru sebaliknya," sambung Kapolres Ujung.
Berita Terkait : Anak Durhaka di Malang yang Tega memukuli dan Mengikat Leher Ibunya Hingga Tewas
Polisi kemudian bergerak cepat dengan meminta keterangan semua kerabat korban. Termasuk, putra korban Prayogi melaporkan pertama kali kepada keluarga, ibunya tewas gantung diri.
"Kami periksa semua kerabat dan anak korban yang akhirnya mengakui perbuatannya," tegas Kapolres.
Kepada polisi, Prayogi (20), anak kedua korban mengaku, menganiaya ibunya dengan alat dapur terbuat dari kayu atau talenan. Aksi sadis itu dilakukan saat korban tidur pulas di kamarnya.
"Dipukul pakai telenan kayu di bagian kepala. Itu terjadi pada pukul 2 dini hari tadi," beber Ujung.
Setelah menganiaya ibunya, pelaku mengambil kawat seling motor untuk diikatkan ke leher korban. Setelah itu, pelaku meninggalkan rumah, sebelum merekayasa TKP telah terjadi gantung diri.


Post a Comment