Densus 88 Anti-Teror/AT Mabes Polri menangkap seorang pria di Gunungkidul. Pria tersebut diduga merupakan salah seorang anggota jaringan teroris, Pria tersebut berinisial RS.
"Satu orang diamankan, diduga sebagai bagian dari jaringan (teror). Jaringan yang mana, masih akan didalami. Diduga terlibat jaringan -jaringan teroris yang ada di Indonesia," ujar Kasat Brimob Polda DIY, Kombes Pol Dadang Raharja, kepada wartawan di Mako Brimob Polda DIY, Baciro, Yogyakarta, Selasa (6/6/2017) malam.
Dadang mengatakan bahwa penangkapan dilakukan pada siang tadi sekitar pukul 10.00 WIB. Selain Densus 88, terdapat pula pasukan dari Brimob Polda DIY.
"Satu unit, Densus dan Brimob," ujar Dadang.
Dadang belum bersedia mengungkap identitas dan alamat persis dari orang yang ditangkap tersebut.
"Laki-laki (yang ditangkap). Pendalamannya nanti yang pasti oleh Densus 88," kata Dadang.
Pihak keluarga membenarkan bahwa RS ditangkap oleh Densus 88/AT. RS ditangkap di rumah orangtuanya di Gunungkidul, DIY. Sehari-hari, RS bersama istri dan ketiga anaknya tinggal di Tegal, Jateng, bekerja sebagai guru les musik dan jualan kelontong.
Kakak RS, Eko Budiharyanto, membenarkan adiknya ditangkap Densus 88 pada Selasa siang. Belasan anggota Densus 88 bersama sekitar 20 anggota polisi mendatangi kediaman orangtua RS di RT 04 RW 01, Dusun Jeruk, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul.
Belasan anggota Densus 88 tersebut datang bersama sekitar 20 aparat kepolisian, dengan mengendarai motor dan mobil. Tapi saat itu S sedang mengantar ibunya ke Pasar Argosari Wonosari untuk berbelanja.
Sewaktu RS meninggalkan ibunya di pasar dam hendak menuju ke rumah saudaranya di Dusun Madusari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, dia langsung ditangkap aparat. Setelahnya pihak kepolisian menggeledah rumahnya, tapi polisi tidak membawa satu pun barang bukti.
Baca Juga : Proyek Senilai Ratusan Milyar Jembatan Layang Brebes-Tegal Dikebut Menjelang Lebaran
Pihak kepolisian juga membawa istri RS beserta ketiga anaknya dan seorang anak Eko. Namun kelima orang tersebut sudah dikembalikan ke pihak keluarga. Sedangkan RS sampai saat ini belum diketahui Keberadaannya.
"Jadi ada 6 orang yang dibawa, cuma sudah dikembalikan semua tinggal adik saya (yang belum)," ungkap Eko, Selasa (6/6/2017) malam.
Eko menerangkan selama ini RS dan keluaranya tinggal di Tegal. Baru 3 hari terakhir R S beserta keluarganya berada Gunungkidul.
"Di Tegal sepengetahuan kami, dia ngursus musik dan jualan kelontong. Dia pulang (ke Gunungkidul) karena anaknya yang besar minta dikhitan di sini," lanjutnya.
Sumber di kepolisian menyebutkan bahwa RS adalah Rochmat Septriyanto (32 tahun). Sehari-hari dia bersama keluarganya tinggal di Balapulang Wetan, Kelurahan Bala Pulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Post a Comment